A Tumbleblog. Random thoughts. Music, foods, cats, fictions, and travelling. Paul Sadowski knows my inner dream.

 

When You Need to Hear It Most, You Are Beautiful, Do Not Forget This

Kerap kali orang memandangnya lekat-lekat. Dia ini aneh. Ganjil. Seganjil lututnya yang berkerak dan rok seragam sekolahnya yang tak lagi berwarna merah. Kulitnya kelam, lagi-lagi, membuat dia kadang diberi julukan yang membuatnya jengah.

“Hei, si Legam.”

Meski dilahirkan tanpa naluri tentang apa yang jelita, apa yang buruk rupa, pada akhirnya ukuran dari orang merasukinya juga. Apalagi tidak ada teman-teman yang mau berada di dekatnya walau sekadar menjadikannya anak bawang ketika main petak umpet. Kalaupun dia diam-diam ikut, takkan ada yang mencarinya.

Suatu hari, kawan sekelasnya berteriak, “Si Jelek bau! Bau! Bau comberan! Belum mandi!”

Jika ditanya soal harga seseorang, semua orang sepakat tentang aroma, warna, dan rupa.

Tidak ada yang mengajarkannya kalau dia bisa jadi apa saja yang dia kehendaki, mungkin sudah terlambat.

Baru nonton video klipnya hari ini, nggak tau kenapa jadi ingat Kita Tak Peduli =)) =)) @putriviona @indahfy @luvitas 

"Aku merampok dan membunuh untuk menjaganya tetap bersamaku."

.. judulnya dangdut banget.

Sebetulnya itu lagu Bahasa Inggris yang judulnya Tak Bisa Ingat untuk Melupakanmu (Mbak Shakira feat Neng Rihanna)

Udah tahulah mau bahas apa. Kalau orang yang kamu follow di twitter gaul-gaul, otomatis kamu bakal dapat info paling up-to-date mulai gosip artis, berita kriminal, sampai siapa yang lagi jomblo atau udah nikah (for sure). Akhir-akhir ini pasti pada bahas pembunuhan sadis oleh sepasang kekasih. Mirisnya, almarhumah korban ternyata mantan pacar si tersangka laki-laki dan satu alumi dengan tersangka perempuan.

Nah,saya nggak mau bahas betapa kejinya pembunuhan itu. Toh semua orang juga udah ngoceh sendiri-sendiri mulai dari ngedoain almarhumah (bagus), ngehujat tersangka, sampai jelek-jelekin orang tua tersangka segala. Saya mau bahas soal lagu Mbak Shakira dan Neng Rihanna.

Ini lagu lagi ngetrend dan pasti anak-anak gaul (heh?) pada suka. Coba disimak liriknya.

Read More

Date a Boy Who Reads

This is not dating-tips 101 or so.

Ketika Rosemarie Urquico menjelaskan panjang lebar mengapa seorang laki-laki SEHARUSNYA pacaran dengan perempuan yang membaca buku, saya rasa para perempuan yang membaca buku itu juga punya hak untuk dapat laki-laki yang setara: laki-laki yang membaca buku!

Untuk orang-orang yang sering bertanya dengan kesal pada pasangannya, “Ngapain sih, di toko buku lama-lama?” atau “Beli buku lagi?” atau “Aku bosan, nih, di toko buku.” Go f*** yourself because you don’t belong there!

(Untungnya circle pertemanan saya rata-rata pada suka baca dan suka ke toko buku, kecuali segelintir orang yang…, yah, nggak usah dihitung lah ya hehehe).

Pengalaman saya  dengan orang yang tak suka membaca buku (fiksi) mungkin ketika saya di bangku SMA. Kebetulan teman laki-laki saya (terjemahkan sendiri!) tak suka membaca buku. Dan saya sedih. Saya sedih karena saya nggak ngerti kenapa ada orang yang nggak suka baca buku :( *tendang-tendang pohon cabe* maka mulai saat itu, saya berusaha meracuni dia dengan buku yang saya baca. Saya pinjami novel yang ditulis berdasarkan film Catatan Akhir Sekolah, lalu beberapa hari kemudian dia kembalikan sambil bilang, “Itu novel/buku fiksi pertama yang saya baca sampai tamat.” TERUS KAMU BANGGA? Ya, enggak. Saya rasanya tetap sedih, sih, meski mau gimana lagi ya… tapi saya pasti bakal lebih nyambung kalau ngobrol sama orang lain yang juga suka baca! Asal tahu, nggak banyak teman saya semasa SMA yang suka baca novel, bisa dihitung pakai jari tangan aja. Mungkin setelah kuliah, circle pertemanan beda dan lebih luas, akhirnya kenal lebih banyak orang yang hobi bacanya gila-gilaan. Kemudian saya merasa hanya seperti sebutir pasir di hamparan pantai yang amat luas.

Tsaaaah.

Suka atau tidak suka membaca itu, benar, memang hak masing-masing individu. Tapi saya percaya kalau orang yang lebih suka membaca punya pikiran yang lebih luas. Apapun yang dibaca: majalah, komik, buku fiksi, nonfiksi… Apapun. Saya juga masih pilih-pilih apa yang mau dibaca, kok (yaiyalah). Tapi, tetap, ya, rasanya kok kesal aja kalau dengar ada yang cerita soal betapa bosannya dia di toko buku. Katanya, “Emang mau ngapain, sih?” atau “Apa yang dipilih, sih?”

Kalau yang ngomong gitu perempuan, gampang aja: kamu pernah masuk ke toko sepatu, atau toko baju, atau departemen store yang jual perlengkapan make-up favorit  kamu? Terus kamu pulang cuma beli satu lipgloss atau satu pasang sepatu yang udah diincar dari bulan lalu, padahal kamu di dalam toko itu muter-muter selama lebih dari dua jam?

(Oke, ngaku, saya perah gitu soalnya di toko baju).

Maaf, tapi rasanya jaauuuh lebih menyenangkan di toko buku daripada di department store karena buku selalu baru—tak pernah dengar buku yang so-last-year, kan? Kalau belum pernah baca, ya, that’s a new book for you. Tapi toko sepatu? Kamu mau beli sandal gladiator tahun 2014, dipakai jalan-jalan ke mall, pasti dikira orang Romawi nyasar zaman. Karena sandal gladiator is  so 2009 (iya, saya tahu, karena saya punya sepasang :P). #korbanmode

Jadi, ya, para perempuan yang suka baca itu punya hak untuk dapat pasangan yang juga suka baca. Laki-laki (kecuali yang gay), kebanyakan, sangat benci diajak belanja di mall/department  store (bahkan tahun lalu ada berita seorang cowok yang bunuh diri dari lantai sekian mall karena terlalu lelah dan kesal ngikutin pacarnya yang belanja). Setidaknya, kalau nanti mereka ke toko buku berdua, nggak bakal ada yang protes, “Buruan, ah, milih bukunya. Aku bete, nihhh, nungguin kamuuh!”

^…..

Yah, kalau ada laki-laki yang ngomong gitu ke pacar/istrinya, baiknya emang dilempar pakai sepatu hak tinggi 10 cm. Siapa tahu kalau haknya nyantol di jidat, perilakunya bisa berubah lebih baik :) #HEH

Eh, maaf ya. Tulisan ini bukan kode buat orang tertentu. Tapi kalau ada yag merasa saya beri kode, ya, alhamdulillah. Semoga kita berjodoh. #WOI

Asal-Usul Kunang-Kunang

Draft dari forum, lagi iseng ngedongeng. Belum diedit, mungkin banyak typo. Enjoy.

___________________________________________________________

Di suatu tempat nun jauh pada negeri yang dihuni penyihir-penyihir paling sakti, hidup seorang gadis cilik yang keras kepala. Ia selalu enggan mendengarkan nasihat kedua orang tuanya, selalu melanggar jam malam, dan percaya diri bahwa suatu hari ia bisa menjadi seorang penyihir paling hebat yang ditakuti bangsa-bangsa lain. Namun suatu hari, wabah kegelapan menyerang tempat mereka tinggal. Wabah itu membawa napas-napas terakhir bak dementor yang memberi kecupan selamat malam, tiap saat, tak peduli berapa banyak orang yang diambilnya hari ini. Namun karena gadis itu terlalu asyik dengan petualangannya sendiri, akhirnya dia tidak sadar ketika orang tuanya pun turut diambil oleh wabah kegelapan itu.

Ketika ia sadar, hanya dia satu-satunya orang yang tersisa di negeri itu.

Di negeri yang dipenuhi dengan pasir dan awan debu di siang hari, lalu angin menggigit tulang-belulang di malam hari, tak ada tempat untuk bersembunyi dari kejaran sang wabah. Maka, gadis itu terus berlari. Berlari, secepat yang ia bisa.

Suatu saat, ia tersudut di dalam sebuah gua. Langit-langitnya dipenuhi kapur yang sudah membatu selama ribuan tahun. Tak disangka, gua itu adalah rumah sang wabah kegelapan sendiri. Gadis itu terperangkap, putus asa, dan tak bisa melarikan diri ke mana pun. Namun di tengah keputusasaan, ada suara di dalam kepalanya yang mengatakan bahwa ia masih punya satu kesempatan untuk sebuah permintaan terbesar yang belum ia gunakan. Suara itu muncul, tepat sebelum wabah kegelapan kembali ke sarang dan mencium aroma keringat dingin gadis kecil yang ketakutan itu. Gadis itu sempat bertanya pada suara di kepalanya, "Apa yang diminta ayahku? Apa yang diminta ibuku?

Ayah dan ibu si gadis kecil itu bukanlah penyihir bodoh yang menggunakan satu permintaan terbesarnya untuk remeh-temeh. Ayahnya menggunakan permintaan itu ketika bertemu dengan wanita yang dicintainya, ibu si gadis kecil. Sedang ibunya, menggunakan permintaan terbesar itu ketika berjuang antara hidup dan mati melahirkan anak mereka satu-satunya. Lalu aku, batinnya,aku harus meminta untuk siapa? Semua orang sudah mati. Aku sebatang kara. Tepat saat itulah, wabah kegelapan muncul dari balik dinding gua batu dengan senyum kemenangan.

"Kau ingin jadi seseorang yang hebat." Suara di kepalanya berkata secepat yang ia bisa.
"Ya, aku akan jadi penyihir paling hebat di dunia!"
"Kalau begitu, kau harus menggunakan permiintaanmu untuk mengalahkan monster kegelapan itu."
"Y-ya… tapi bagaimana caranya?" Ia sudah tak bisa berlari lagi. Monster jelek berwujud kegelapan menjulang di depannya, siap menerkam dan membawa jiwanya pergi.
"Coba pikirkan, apa yang mengalahkan kegelapan?"
"Cahaya?"
"Kau bisa meminta untuk jadi sesuatu yang bercahaya." Suara dalam kepalanya ikut gemetar.
"Tapi itu artinya aku takkan bisa jadi penyihir!"
"Katakan padaku, apakah ada gunanya kau menjadi penyihir hebat tanpa orang yang menyaksikan?"

Dan tepat saat itu, gadis itu memejamkan mata. Kedua tangannya tergenggam di depan dada seperti memohon, saat wabah kegelapan mulai menelan wujud kecilnya sedikit demi sedikit. Sosoknya yang tak berdaya dibanding monster jahat yang kini menguasai seluruh negeri itu, lenyap tak berbekas ke dalam kegelapan si makhluk jahat. Tapi tak berapa lama, sebuah cahaya kecil muncul dari dalam perut si monster, merobeknya perlahan-lahan tanpa disadari, memecahkan kegelapan jadi potongan-potongan kecil yang saling terpisah dan terpelanting ke segala penjuru mata angin. Cahaya kecil itu muncul dari seekor serangga terbang, yang rupanya adalah perwujudan diri seorang gadis penyihir. Dia terbang, terus terbang, membumbung ke angkasa, menuju cahaya gemintang. Di mana ia tak pernah menjadi seorang penyihir, tapi selalu dikenang sebagai pahlawan sejati yang memusnahkan wabah kegelapan dari negeri itu.

Dan gadis itu, jika kau bertemu dengannya, ia bernama Fire Fly.

menciptakan tuhan

Ini adalah tulisan orang yang tak bisa tidur di tengah malam. Jadi, jangan dianggap terlalu serius. Nanti barangkali ada yang tak sengaja baca dan tersinggung, ingatlah: saya tidak sedang ingin menyinggung siapa-siapa. Saya hanya sedang berbicara pada diri sendiri, berdebat dengan dua suara di dalam kepala saya, berhubung tak ada yang bisa diajak bicara. Saya tidak sedang ingin membahas filsafat. Saya hanya sedang bicara pada diri sendiri. Ingat itu.

Iya, judul di atas memang sengaja huruf kecil semua. Kitalah, yang biasa membuat huruf Besar dan kecil memiliki makna yang beda. Misalkan jika menuliskan nama sendiri dengan dian iriana dianggap memiliki ejaan yang salah karena nama saya harus ditulis Dian Iriana supaya sesuai kaidah dan tanda baca. Maka, judul di atas  tidak sesuai dengan kaidah pemberian sebuah judul, sehingga nantinya perlu dipermasalahkan karena saya memberi  ’t’ kecil kepada kata TUHAN, seolah-olah tak menghargainya atau bagaimana. Seolah saya tidak sedang membicarakan TUHAN yang benar-benar TUHAN. Nah, lihat? Memang sejatinya setiap kata, kalau diucapkan berkali-kali tanpa meresapi maknanya akan hilang sendiri esensi dari kata  itu. Mari: TUHAN. TU. HAN. T. U. H. A. N. Maka, apa tuhan itu? Mengapa, meski ditulis dengan huruf besar semua pun maknanya jadi tidak sama lagi?

Tunggu. Saya orang beragama. Saya akui. Saya seorang muslim. Saya percaya adanya tuhan dan menyebutnya dengan nama allah. Ini bukan tulisan tentang keraguan saya pada keberadaan tuhan saya. Racauan ini bahkan baru permulaan, bagaimana bisa kesimpulan diambil kalau belum sampai bagian akhir?

Read More

Vikings (2013)

Hal yang mnyebalkan waktu nonton satu serial yang masih on air itu: harus nunggu season selanjutnya tayang baru bisa tahu lanjutannya….

Banyak yang bilang kalau ini adalah versi ‘lebih jinak’nya Games of Thrones. Tapi menurut saya enggak ada salahnya ngikutin serial ini (ditayangin di History channel) karena saya  toh suka tipe cerita sejarah dan mitologi begini.

Season 1 terdiri dari 9 episode, menceritakan kisah Ragnar Lothbrok, seorang pahlawan Viking yang amat terkenal di masanya. Sebetulnya, Ragnar ini tokoh fiksi. Yah, siapa juga yang tahu soal dia fiksi atau nyata, karena kisah ini mengambil timeline di masa Dark Ages (masa kegelapannya Eropa, ya, kalau Islam sih sedang mengalami kemajuan pesat ilmu pengetahuan *materi pesantrenisasi beberapa waktu lalu*  #OOT). Sebenarnya yang bikin menarik memang mitologi-mitologi orang Viking sendiri, yang baru saya ketahui setelah nonton serial ini.

Kita tahu bahwa bangsa Viking ini terkenal sebagai bangsa barbar yang keji. Kalau jadi orang di luar bangsa Viking saat itu, pasti mikir mereka ini setan yang dikirim dari neraka. Setiap musim panas, bangsa Viking akan berlayar dan merampok daerah lain, lalu membawa pulang hasil jarahan ke rumahnya. Saya juga enggak bisa nalar sama cara berpikir mereka, tapi, ya, namanya juga suku barbar. Jadi suatu hari si Ragnar  ini mengusulkan ke Earl Haraldson (semacam kepala suku di daerahnya) untuk merampok ke daerah baru. Mereka biasanya ke daerah Rusia dan timur sana, tapi kita tahu kalau daerah timur itu miskin (bahkan sejak abad pertengahan). Masalahnya, di masa itu belum ada orang yang dari daerah Skandinavia berhasil menemukan yang namanya ‘daratan barat’ itu sendiri. England, daerah yang dimaksud, kayak cuma jadi semacam mitos. Akhirnya Ragnar menemukan teknologi pelayaran, semacam alat yang bisa menunjukkan arah pelayaran mereka pakai bantuan sinar matahari. Alatnya emang sederhana, tapi kalau dipikir ada manusia zaman itu yang hidupnya masih barbar bisa mikirin cara kerja alatnya… wah, macam mukjizat aja. Tapi, ya, namanya tokoh utama. Dan pula, Ragnar ini ketemu sama Floki, semacam dukun/penyihir di desanya, yang bisa bikin rancangan kapal baru yang bisa tahan gempuran ombak. (Ini jenis kapal-kapal yang biasa kita lihat dipakai orang-orang Viking; lambungnya lebar, pakai satu layar utama, dan bagian ujungnya lancip, biasanya yang depan ada pahatan kepala naga)

Garis besar ceritanya  emang soal menemukan daerah barat ini. Tapi, yang bikin saya suka sama serial ini emang nilai-nilai sejarahnya. Setelah Ragnar [spoiler], dia bawa seorang pendeta Kristen (Athelstan). Dari Athelstan, Ragnar belajar soal kebiasaan orang Inggris dan sebaliknya Athelstan belajar soal kebiasaan orang Viking. FYI, orang Viking pakai  bahasa Norse, dan si Athalstan bisa bahasa Norse karena katanya suka bepergian. Makanya si Athalstan  di[spoiler] bukannya di[spoiler].

Orang Viking punya banyak dewa, sebut aja Odin, Thor, Loki, yang mereka sembah sesuai kebutuhan. Misal lagi pengin punya anak, berdoanya ke Frey, lagi kena badai dan petir di tengah laut minta ampun ke Thor, dll. Kepercayaan mereka ini rather strange, so I can relate to Athelstan waktu dia dengar cerita atau melihat sendiri kejadian-kejadian di tanah Viking. Misal pas Athelstan ditanya “who is your favorite gods?” dia bingung, karena tuhannya sendiri cuma ada satu (Yesus Kristus). Dan kalau ada orang kaya meninggal, budak-budaknya ditanyai siapa yang mau ikut tuannya, dan misalkan ada yang mau, budak itu dibunuh terus dimakamkan bareng tuannya. Tanggapan anaknya Ragnar, si Bjorn yang umurnya baru 12 tahun soal orang yang dibunuh itu cuma “it’s only death” juga bikin Athelstan—atau kita—langsung bergidik. Orang Viking emang enggak takut mati. Kenapa?

Mereka percaya bahwa orang yang mati akan diangkat ke Valhalla, sebuah aula super-besar yang punya 540 pintu dan setiap pintu dijaga 800 pengawal. Nanti mereka di sana akan berpesta dengan Aesir. Minum-minum sampai mabuk, pokoknya bersenang-senang di Valhalla. Wajar aja kalau mereka sama sekali enggak takut mati dan perang kayak orang kesetanan. Emang enggak semua yang ditampilkan di serial ini sesuai sama sejarah aslinya, makanya saya malah makin tertarik dan baca-baca beberapa artikel.

Fakta unik bangsa Viking:

1. Mereka patuh pada hukum. Membunuh orang tanpa alasan (bukan sedang combat atau perang atau karena yang dibunuh melakukan kesalahan) akan dikenai hukuman otlawry.  Outlawry ini semacam pembuangan ybs dari tanggung jawab dan hukum yang berlaku, dan katanya lebih parah daripada hukuman mati. Soalnya orang yang kena outlawry udah sama kayak binatang. Mau diapain juga sama orang lain, yang ngapa-ngapain nggak bakal kena hukuman. Bahkan boleh aja dibunuh, dicincang-cincang, atau dibakar, dan orang akan nganggap itu biasa-biasa aja. Outlawry mungkin termasuk juga enggak dibolehin ambil makanan, air, atau kekayaan alam apapun yang ada di wilayah itu.

2. Mereka mungkin bangsa yang pertama kali menggunakan sistem demokrasi. Dalam sistem demokrasi Viking, kalau rakyat enggak suka sama raja yang berkuasa, raja itu bisa digulingkan secara paksa oleh rakyat dan digantikan oleh raja yang mereka kehendaki. Sangat berbeda dengan Inggris yang waktu itu terdiri dari 4 kerajaan dan bersistem monarki absolut.

3. Setiap 9 tahun sekali, mereka akan mengunjungi Temple of Uppsala, tempat menyembah dewa-dewa dan mengadakan upacara pengorbanan. Pengorbanan ini kayak semacam simbol rasa terima kasih atau rasa tunduk ke dewa mereka dan setiap yang dikorbankan jumlahnya ada 9. Misalnya kambing 9 ekor, ayam 9 ekor, dll. Termasuk 9 manusia yang bakal disembelih di akhir acara untuk dikorbankan.

4. Katanya udah dikonfirmasi kalau orang Viking memang pakai tato dan akhirnya ditiru oleh kaum pagan Inggris.

5. Laki-laki yang dianggap sudah menginjak usia dewasa (tergantung, bisa 13, 14, atau malah 12 tahun kayak Bjorn di serial ini) akan disumpah di hadapan kepala suku dan diberi gelang suci yang mengikat sumpah serta kesetiaan pada pemimpin mereka.

Itu dulu, anti kapan-kapan saya bahas lebih lanjut soal Vikings. Berhubung season 2 baru mau tayang tanggal 27 Februari 2014 *mendengus*

August: Osage County

Saya berminat copy film ini karena yang main Meryl Streep.

image

Bagi yang nggak suka sama film yang isinya dialog semua, ini nggak cocok ditonton. You’ve been warned. Saya sendiri sempat lebih asyik sama camilan di beberapa adegan. Karena pada dasarnya film ini memang diangkat dari sandiwara (udah masuk broadway, 2007) jadi wajar aja kalau isinya dialog-dialog rumit. Nggak bakal nemu lah obrolan cheesy macam di film remaja karena emang genrenya termasuk berat dan gelap. Meski yang diangkat  tema keluarga.

Filmnya dimulai waktu seorang laki-laki membaca kuotasi TS Elliot: “life is very long”. Diikutilah dengan monolog soal kuotasi ini, blah blah blah, ternyata laki-laki ini adalah Beverly, laki-laki tua yang sedang cerita ke seorang perempuan. Ceritalah dia kalau dia dan istrinya bisa tahan nikah selama ini karena nggak pernah mempermasalahkan kecanduan alkohol si Beverly, atau kecanduan pil (obat)nya Violet, istrinya yang kena penyakit kanker mulut atau apalah. Mungkin kanker mulut di sini jadi ironi tersendiri bagi penulis dramanya, karena  nyatanya Violet memang bermulut pedas. Ini mengingatkan saya pada tokoh Simbah di novel Larung karya Ayu Utami (…..)

Mereka ini punya tiga anak perempuan. Ivy, yang paling kecil, umurnya sekitar 45-an dan dialah satu-satunya yang belum ‘pergi’. Masih suka datang buat ngurus ibunya yang sakit. Ada Barbara, the daddy’s girl, dan satu lagi si Karen yang egois, agak narsis, dan terobsesi pada ‘suami sempurna’. Konflik keluarga yang diangkat juga kayaknya berpusat pada Violet Weston, si ibu tua yang mulutnya lebih pedas dari bon cabe. Pokoknya saya nggak tahu kenapa masalahnya sampai suaminya bunuh diri, terus bikin keluarga ini ngumpul, dan di situlah muncul lebih banyak dialog. Terutama di ruang makan.

Maksudnya, berapa kali adegan di ruang makan harus dimasukkan? Emang sepenting itu adegan di meja makan? Ini orang kok makan pada sambil ngomong. Mendinglah kalau ngomongnya enak didengar. Ini udah yang kasar, terus kadang saya bahkan sampai elus-elus dada. Habisnya, di kehidupan nyata (di Indonesia, sih, ya, nggak tahu kalau di luar negeri sana mungkin makan bersama itu emang satu-satunya ajang buat ngumpul keluarga atau gimana) nggak bakal tuh ngomongin yang berat-berat sambil makan. Adanya juga pas makan malam malah, “Ma, aku pengin masak indomie aja, deh, ya.” Terus makannya di depan TV. #normalpeople

Dari semua karakter itu, saya paling suka sama karakter Little Charles. Ini pemerannya Benedict  Cumberbatch, mungkin saya bias aktor juga. Tapi rasanya cuma dia yang adorable dan pengin dipuk-puk. Nah, ceritanya si Little Charles ini sering dihina-hina mamanya sendiri, pengangguran, sensitif, baik hati, ganteng, dan pacaran sama sepupunya sendiri. Si Ivy. Ivy juga sebetulnya least-favorite di keluarga sih. Kayak yang disepelekan gitu karena belum punya calon suami padahal udah kepala 4 (dia pacaran sama Charlesnya diam-diam soalnya, takut mamanya marah). Nah, tahu-tahu tuh ternyata Charles bukannya sepupu, tapi anunya Ivy. Kecewalah saya! Mana Charles itu sebetulnya manis banget ke Ivy sampai ciptain lagu, mainin piano, nyanyiin segala macam.

Barbara (Julia Roberts) sebenarnya baik, tapi orangnya bitter gitulah. Maklum anak pertama. Lebih… apa, ya…. Kesannya lebih ‘in charge’ kemaslahatan semua anggota  keluarganya jadi malah jatuhnya dia jadi tukang ngatur. Diam-diam udah pisah dari suaminya. Barbara  punya anak perempuan, Jean, yang agak hipster gimana gitu dan dipepetin tunangannya karen. Waktu Karen tahu, dia malah denial dan bilang ini pasti salahnya Jean juga, bukan salah tunangannya. Kekeuhlah soalnya mau nikah di Florida bulan madu di Belize atau mana gitu sebagai impian dia. Akhirnya Karen pergi sama tunagnannya. Ivy juga yang udah kecewa (sekecewa saya)  memutuskan tetap pergi sama Charles ke New York. Jean akhirnya pergi sama bapaknya. Tinggal Barbara sama Violet.

IMO dua perempuan ini karakternya keras dan nggak mau ngalah. Galak. Omongannya bikin orang ketar-ketir. Pokoknya tsundere tiada akhir. Iya tsundere, buktinya Violet sebetulnya butuh Ivy, Karen, suaminya, dan Barbara buat ngurus dia tapi dia kayaknya jahat banget ke mereka semua.

Pesan moral: janganlah engkau tsundere terhadap keluargamu sendiri.

Yang menang dari film ini memang aktornya. Meryl Streep lah ya, nggak bisa diragukan lagi. Kalau udah di ‘action!’ gitu mungkin yang lihat dia syuting film ini jadi serem sendiri, habis mirip nenek-nenek sakit jiwa. Dan Ben emang pemanis banget meski dia nggak bisa aksen Sothern (masih kedengaran British di telinga saya, sih, mungkin ini juga bias). 7/10.

It’s a switch flipped
It’s a pill tipped back
It’s a moon eclipsed
And I can tell you that when the lights come on I’ll be ready for this
It’s in your blood stream
A collision of atoms that happens before your eyes
It’s a marathon run
Or a mountain you scale without thinking of size

Bravado - Lorde

123 Ideas for Character Flaws

amandaonwriting:

Character Flaws

  1. Absent-minded - Preoccupied to the extent of being unaware of one’s immediate surroundings. Abstracted, daydreaming, inattentive, oblivious, forgetful.
  2. Abusive - Characterized by improper infliction of physical or psychological maltreatment towards another.
  3. Addict - One who is addicted to a compulsive activity. Examples: gambling, drugs, sex.
  4. Aimless - Devoid of direction or purpose.
  5. Alcoholic - A person who drinks alcoholic substances habitually and to excess.
  6. Anxious - Full of mental distress or uneasiness because of fear of danger or misfortune; greatly worried; solicitous.
  7. Arrogant - Having or displaying a sense of overbearing self-worth or self-importance. Inclined to social exclusiveness and who rebuff the advances of people considered inferior. Snobbish.
  8. Audacious - Recklessly bold in defiance of convention, propriety, law, or the like; insolent; braze, disobedient.
  9. Bad Habit - A revolting personal habit. Examples: picks nose, spits tobacco, drools, bad body odour.
  10. Bigmouth - A loud-mouthed or gossipy person.
  11. Bigot - One who is strongly partial to one’s own group, religion, race, or politics and is intolerant of those who differ.
  12. Blunt - Characterized by directness in manner or speech; without subtlety or evasion. Frank, callous, insensitive, brusque.
  13. Bold - In a bad sense, too forward; taking undue liberties; over assuming or confident; lacking proper modesty or restraint; rude; impudent. Abrupt, brazen, cheeky, brassy, audacious.
  14. Callous - They are hardened to emotions, rarely showing any form of it in expression. Unfeeling. Cold.
  15. Childish - Marked by or indicating a lack of maturity; puerile.
  16. Complex - An exaggerated or obsessive concern or fear. (List specific complex.)
  17. Cruel - Mean to anyone or anything, without care or regard to consequences and feelings.
  18. Cursed - A person who has befallen a prayer for evil or misfortune, placed under a spell, or borne into an evil circumstance, and suffers for it. Damned.
  19. Dependent - Unable to exist, sustain oneself, or act appropriately or normally without the assistance or direction of another.
  20. Deranged - Mentally decayed. Insane. Crazy. Mad. Psychotic.
  21. Dishonest – Given to or using fraud, cheating; deceitful, deceptive, crooked, underhanded.
  22. Disloyal - Lacking loyalty. Unfaithful, perfidious, traitorous, treasonable
  23. Disorder - An ailment that affects the function of mind or body. (List the disorders name if they have one.) See the Mental Disorder List.
  24. Disturbed - Showing some or a few signs or symptoms of mental or emotional illness. Confused, disordered, neurotic, troubled.
  25. Dubious - Fraught with uncertainty or doubt. Undecided, doubtful, unsure.
  26. Dyslexic - Affected by dyslexia, a learning disorder marked by impairment of the ability to recognize and comprehend written words.
  27. Egotistical - Characteristic of those having an inflated idea of their own importance. Boastful, pompous.
  28. Envious - Showing extreme cupidity; painfully desirous of another’s advantages; covetous, jealous.
  29. Erratic - Deviating from the customary course in conduct or opinion; eccentric: erratic behaviour. Eccentric, bizarre, outlandish, strange.
  30. Fanatical - Fanatic outlook or behaviour especially as exhibited by excessive enthusiasm, unreasoning zeal, or wild and extravagant notions on some subject.
  31. Fickle – Erratic, changeable, unstable - especially with regard to affections or attachments; capricious.
  32. Fierce - Marked by extreme intensity of emotions or convictions; inclined to react violently; fervid.
  33. Finicky - Excessively particular or fastidious; difficult to please; fussy. Too much concerned with detail. Meticulous, fastidious, choosy, critical, picky, prissy, pernickety.
  34. Fixated - In psychoanalytic theory, a strong attachment to a person or thing, especially such an attachment formed in childhood or infancy and manifested in immature or neurotic behaviour that persists throughout life. Fetish, quirk, obsession, infatuation.
  35. Flirt -To make playfully romantic or sexual overtures; behaviour intended to arouse sexual interest. Minx. Tease.
  36. Gluttonous - Given to excess in consumption of especially food or drink. Voracious, ravenous, wolfish, piggish, insatiable.
  37. Gruff - Brusque or stern in manner or appearance. Crusty, rough, surly.
  38. Gullible - Will believe any information given, regardless of how valid or truthful it is, easily deceived or duped.
  39. Hard - A person who is difficult to deal with, manage, control, overcome, or understand. Hard emotions, hard hearted.
  40. Hedonistic - Pursuit of or devotion to pleasure, especially to the pleasures of the senses.
  41. Hoity-toity- Given to flights of fancy; capricious; frivolous. Prone to giddy behaviour, flighty.
  42. Humourless - The inability to find humour in things, and most certainly in themselves.
  43. Hypocritical - One who is always contradicting their own beliefs, actions or sayings. A person who professes beliefs and opinions for others that he does not hold. Being a hypocrite.
  44. Idealist - One whose conduct is influenced by ideals that often conflict with practical considerations. One who is unrealistic and impractical, guided more by ideals than by practical considerations.
  45. Idiotic - Marked by a lack of intelligence or care; foolish or careless.
  46. Ignorant - Lacking knowledge or information as to a particular subject or fact. Showing or arising from a lack of education or knowledge.
  47. Illiterate - Unable to read and write.
  48. Immature - Emotionally undeveloped; juvenile; childish.
  49. Impatient - Unable to wait patiently or tolerate delay; restless. Unable to endure irritation or opposition; intolerant.
  50. Impious - Lacking piety and reverence for a god/gods and their followers.
  51. Impish - Naughtily or annoyingly playful.
  52. Incompetent - Unable to execute tasks, no matter how the size or difficulty.
  53. Indecisive - Characterized by lack of decision and firmness, especially under pressure.
  54. Indifferent - The trait of lacking enthusiasm for or interest in things generally, remaining calm and seeming not to care; a casual lack of concern. Having or showing little or no interest in anything; languid; spiritless.
  55. Infamy - Having an extremely bad reputation, public reproach, or strong condemnation as the result of a shameful, criminal, or outrageous act that affects how others view them.
  56. Intolerant - Unwilling to tolerate difference of opinion and narrow-minded about cherished opinions.
  57. Judgemental - Inclined to make and form judgements, especially moral or personal ones, based on one’s own opinions or impressions towards others/practices/groups/religions based on appearance, reputation, occupation, etc.
  58. Klutz - Clumsy. Blunderer.
  59. Lazy - Resistant to work or exertion; disposed to idleness.
  60. Lewd - Inclined to, characterized by, or inciting to lust or lechery; lascivious. Obscene or indecent, as language or songs; salacious.
  61. Liar - Compulsively and purposefully tells false truths more often than not. A person who has lied or who lies repeatedly.
  62. Lustful - Driven by lust; preoccupied with or exhibiting lustful desires.
  63. Masochist - The deriving of sexual gratification, or the tendency to derive sexual gratification, from being physically or emotionally abused. A willingness or tendency to subject oneself to unpleasant or trying experiences.
  64. Meddlesome - Intrusive in a meddling or offensive manner, given to meddling; interfering.
  65. Meek - Evidencing little spirit or courage; overly submissive or compliant; humble in spirit or manner; suggesting retiring mildness or even cowed submissiveness.
  66. Megalomaniac - A psycho pathological condition characterized by delusional fantasies of wealth, power, or omnipotence.
  67. Naïve - Lacking worldly experience and understanding, simple and guileless; showing or characterized by a lack of sophistication and critical judgement.
  68. Nervous - Easily agitated or distressed; high-strung or jumpy.
  69. Non-violent - Abstaining from the use of violence. 
  70. Nosey - Given to prying into the affairs of others; snoopy. Offensively curious or inquisitive.
  71. Obsessive - An unhealthy and compulsive preoccupation with something or someone.
  72. Oppressor - A person of authority who subjects others to undue pressures, to keep down by severe and unjust use of force or authority.
  73. Overambitious - Having a strong excessive desire for success or achievement.
  74. Overconfident - Excessively confident; presumptuous.
  75. Overemotional - Excessively or abnormally emotional. Sensitive about themselves and others, more so than the average person.
  76. Overprotective - To protect too much; coddle.
  77. Overzealous - Marked by excessive enthusiasm for and intense devotion to a cause or idea.
  78. Pacifist - Opposition to war or violence as a means of resolving disputes. (Can double as a merit in certain cases)
  79. Paranoid - Exhibiting or characterized by extreme and irrational fear or distrust of others.
  80. Peevish - Expressing fretfulness and discontent, or unjustifiable dissatisfaction. Cantankerous, cross, ill-tempered, testy, captious, discontented, crotchety, cranky, ornery.
  81. Perfectionist - A propensity for being displeased with anything that is not perfect or does not meet extremely high standards.
  82. Pessimist - A tendency to stress the negative or unfavourable or to take the gloomiest possible view.
  83. Pest - One that pesters or annoys, with or without realizing it. Nuisance. Annoying. Nag.
  84. Phobic – They have a severe form of fear when it comes to this one thing. Examples: Dark, Spiders, Cats 
  85. Practical - Level-headed, efficient, and unspeculative. No-nonsense. 
  86. Predictable - Easily seen through and assessable, where almost anyone can predict reactions and actions of said person by having met or known them even for a short time.
  87. Proud - Filled with or showing excessive self-esteem and will often shirk help from others for the sake of pride.
  88. Rebellious - Defying or resisting some established authority, government, or tradition; insubordinate; inclined to rebel.
  89. Reckless - Heedless. Headstrong. Foolhardy. Unthinking boldness, wild carelessness and disregard for consequences.
  90. Remorseless - Without remorse; merciless; pitiless; relentless.
  91. Rigorous - Rigidly accurate; allowing no deviation from a standard; demanding strict attention to rules and procedures.
  92. Sadist - The deriving of sexual gratification or the tendency to derive sexual gratification from inflicting pain or emotional abuse on others. Deriving of pleasure, or the tendency to derive pleasure, from cruelty.
  93. Sadomasochist - Both sadist and masochist combined.
  94. Sarcastic - A subtle form of mockery in which an intended meaning is conveyed obliquely.
  95. Sceptic - One who instinctively or habitually doubts, questions, or disagrees with assertions or generally accepted conclusions.
  96. Seducer - To lead others astray, as from duty, rectitude, or the like; corrupt. To attempt to lead or draw someone away, as from principles, faith, or allegiance.
  97. Selfish - Concerned chiefly or only with oneself.
  98. Self-Martyr - One who purposely makes a great show of suffering in order to arouse sympathy from others, as a form of manipulation, and always for a selfish cause or reason.
  99. Self-righteous - Piously sure of one’s own righteousness; moralistic. Exhibiting pious self-assurance. Holier-than-thou, sanctimonious.
  100. Senile - Showing a decline or deterioration of physical strength or mental functioning, esp. short-term memory and alertness, as a result of old age or disease.
  101. Shallow - Lacking depth of intellect or knowledge; concerned only with what is obvious.
  102. Smart Ass - Thinks they know it all, and in some ways they may, but they can be greatly annoying and difficult to deal with at times, especially in arguments.
  103. Soft-hearted - Having softness or tenderness of heart that can lead them into trouble; susceptible of pity or other kindly affection. They cannot resist helping someone they see in trouble, suffering or in need, and often don’t think of the repercussions or situation before doing so.
  104. Solemn - Deeply earnest, serious, and sober.
  105. Spineless - Lacking courage. Cowardly, wimp, lily-livered, gutless.
  106. Spiteful - Showing malicious ill will and a desire to hurt; motivated by spite; vindictive person who will look for occasions for resentment. Vengeful.
  107. Spoiled - Treated with excessive indulgence and pampering from earliest childhood, and has no notion of hard work, self-care or money management; coddled, pampered. Having the character or disposition harmed by pampering or over-solicitous attention.
  108. Squeamish - Excessively fastidious and easily disgusted.
  109. Stubborn - Unreasonably, often perversely unyielding; bull-headed. Firmly resolved or determined; resolute.
  110. Superstitious - An irrational belief arising from ignorance or fear from an irrational belief that an object, action, or circumstance not logically related to a course of events influences its outcome.
  111. Tactless - Lacking or showing a lack of what is fitting and considerate in dealing with others.
  112. Temperamental - Moody, irritable, or sensitive. Excitable, volatile, emotional.
  113. Theatrical - Having a flair for over dramatizing situations, doing things in a ‘big way’ and love to be ‘centre stage’.
  114. Timid -Tends to be shy and/or quiet, shrinking away from offering opinions or from strangers and newcomers, fearing confrontations and violence.
  115. Tongue-tied - Speechless or confused in expression, as from shyness, embarrassment, or astonishment.
  116. Troublemaker - Someone who deliberately stirs up trouble, intentionally or unintentionally.
  117. Unlucky - Marked by or causing misfortune; ill-fated. Destined for misfortune; doomed.
  118. Unpredictable - Difficult to foretell or foresee, their actions are so chaotic it’s impossible to know what they are going to do next.
  119. Untrustworthy - Not worthy of trust or belief. Backstabber.
  120. Vain - Holding or characterized by an unduly high opinion of their physical appearance. Lovers of themselves. Conceited, egotistic, narcissistic.
  121. Weak-willed - Lacking willpower, strength of will to carry out one’s decisions, wishes, or plans. Easily swayed.
  122. Withdrawn - Not friendly or Sociable. Aloof.
  123. Zealous - A fanatic.

From The Character Therapist